PKC PMII JAWA TIMUR TEGUHKAN ARAH GERAK UNTUK MENJAGA BUMI DENGAN PELANTIKAN PENGURUS

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur masa khidmat 2026-2028 resmi dilantik di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam. Mengusung tema “Konfigurasi PMII Jawa Timur Menuju Organisasi yang Berkarya dan Berdaya”, ketua Umum PKC PMII Jawa Timur terpilih, Mohammad Ivan Akiedozawa, menegaskan arah baru organisasi di bawah kepemimpinannya. Edo menyebut PMII sebagai pabrik intelektual yang harus adaptif terhadap teknologi.

PKC PMII Jawa Timur menargetkan pembentukan forum kader peduli lingkungan di tingkat cabang dan komisariat, serta penguatan literasi iklim melalui pelatihan dan diskusi publik. Selain itu, organisasi ini berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan, termasuk pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi kawasan pesisir, dan pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya alam.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir dalam agenda tersebut menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa ini adalah kekuatan, namun memerlukan pengelolaan yang bijak.

“Perbedaan pendapat adalah rahmat, namun harus dikelola agar tidak menimbulkan perpecahan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah juga menantang kader PMII untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam menjaga ketahanan nasional.

Mahasiswa harus menjadi agent of change sekaligus perekat persatuan bangsa,” tegasnya.

Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur terpilih, Mohammad Ivan Akiedozawa, dalam pidato perdananya menegaskan arah baru organisasi di bawah kepemimpinannya. Edo menyebut PMII sebagai pabrik intelektual yang harus adaptif terhadap teknologi.

“Kami berharap dengan adanya globalisasi dan teknologi, itu bisa diserap dan menjadi pembaharuan untuk sistem kaderisasi di PMII. Proses intelektual harus digodok secara serius menuju titik mapannya,” ujar Edo saat diwawancarai usai pelantikan.

Sorotan utama dalam periode ini adalah pergeseran fokus gerakan mahasiswa ke isu ekologis. Edo menilai krisis iklim bukan lagi masalah sektoral, melainkan ancaman global yang nyata.

“PMII harus menegaskan posisi sebagai garda terdepan penjaga lingkungan. Jika kita bicara krisis iklim, ini bukan lagi persoalan Jawa Timur atau Indonesia saja, tapi persoalan global yang wajib kita bahu-membahu,” tambahnya.

Terkait posisi politik dan kebijakan publik, Edo menyatakan PMII Jatim akan memainkan peran ganda sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan konsep Pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, komunitas, pebisnis, dan media.

“Kami hadir sebagai mitra strategis untuk mendukung program yang bermanfaat, khususnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun, kami juga akan menjadi mitra kritis. Hal-hal yang belum tepat akan kami suarakan,” tegas Edo.

Dalam struktur kepengurusan periode 2026-2028 ini, Mohammad Ivan Akiedozawa didampingi oleh Abdul Razak sebagai Sekretaris dan Elza Nikma Yunita sebagai Bendahara, serta jajaran wakil ketua yang membidangi berbagai sektor strategis

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua PKC PMII Jatim kepada Gubernur Jawa Timur.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PMII Jawa Timur dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan menegaskan komitmen untuk menjadi organisasi mahasiswa yang adaptif, progresif, serta berdaya guna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top